Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri sebagai juara Ligue 1 Prancis 2015-2016 setelah menggilas Troyes 9-0 pada laga Minggu (13/3/2016). Berikut 5 hal menarik mengenai kesuksesan mereka meraih gelar liga musim ini.

1. Kurang 4 dari Saint-Etienne dan 3 dari Lyon
Gelar musim ini merupakan titel Ligue 1 ke-6 sepanjang sejarah PSG. Klub ibu kota Prancis itu butuh 4 trofi tambahan guna menyamai rekor pemilik gelar terbanyak, Saint-Etienne (10 kali).

Empat gelar terakhir PSG diraih tanpa putus dalam 4 musim terakhir (2012-2013, 2013-2014, 2014-2015, 2015-2016).

Klub berjulukan Les Parisiens itu harus mempertahankan status kampiun dalam tiga musim ke depan jika ingin menyamai rekor gelar berurutan terpanjang milik Olympique Lyon (7). Rentetan kejayaan Lyon terbentang pada 2002-2008!

2. Rekor tercepat di Eropa

PSG memastikan diri sebagai juara dengan menyisakan 8 partai musim ini. Koleksi 77 poin mereka di pekan ke-30 tak mungkin lagi disamai tim runner-up, AS Monaco (52 poin).

Zlatan Ibrahimovic cs pun mengukir sejarah sebagai peraih gelar liga tercepat di antara klub-klub pada 5 kompetisi top Eropa (Premier League, La Liga, Serie A, Bundesliga, Ligue 1).

PSG mengalahkan rapor impresif Bayern Muenchen, yang menggaransi titel Bundesliga 2013-2014 dengan 7 partai tersisa.

Kala itu, Bayern asuhan Josep Guardiola memastikan gelar pada 25 Maret 2014 atau 46 hari sebelum duel pekan terakhir.

Musim ini, PSG meraihnya sangat cepat, yakni sekitar dua bulan sebelum partai pamungkas!

3. Peluang tembus 100 poin 

Para pemain Paris Saint-Germain merayakan kesuksesan menjuarai Liga Prancis musim ini usai menggilas Troyes di Stadion Aube, 13 Maret 2016.

Musim 2015-2016 akan semakin sempurna bagi Paris andai mereka menutupnya dengan rekor perolehan poin sepanjang masa.

Catatan terbaik masih dimiliki tim PSG 2013-2014 dengan raihan akhir 89 angka.

Mengingat kompetisi musim ini masih menyediakan maksimal 24 poin, pasukan Laurent Blanc berpeluang menembus perolehan 101 angka! Syaratnya, mereka wajib memenangi 8 laga tersisa.

Andai terwujud, pencapaian itu akan menyejajarkan PSG dengan klub elite lain pencetak 100 poin atau lebih dalam semusim, seperti Real Madrid (100 poin; 2011-2012), FC Barcelona (100; 2012-2013), dan Juventus (102; 2013-2014).

4. Lengkap dengan kemenangan terbesar

Kepastian datangnya gelar semakin lengkap dengan rekor kemenangan tandang terbesar di Liga Prancis. PSG menghancurkan tuan rumah Troyes dengan skor 9-0.

Hasil tersebut juga tercatat sebagai kemenangan away terbesar pada kompetisi teratas di lima negara top Eropa. Skor 9-0 setara dengan kemenangan Duisburg di kandang Tasmania Berlin pada Bundesliga 1965-1966.

5. Ibrahimovic menatap musim terbaik

Penyerang Paris Saint-Germain, Zlatan Ibrahimovic, merayakan gol yang dia cetak ke gawang Chelsea dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, 9 Maret 2016.

Pada usia 34 tahun, Ibrahimovic justru menatap musim tertajam sebagai pemain.

Penyerang jangkung asal Swedia itu menyumbang 4 dari 9 gol PSG ke gawang Troyes. Total, Ibra sudah mengemas 27 gol dalam 24 partai liga musim ini.

Bomber raksasa itu pun berpeluang besar memecahkan rekor gol pribadi terbanyak dalam semusim. Catatan terbaiknya ialah 30 gol bersama PSG pada 2012-2013.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *