Untuk mengenang salah satu pemain legendaris Prancis yang pernah menjadi bagian klub, Angers mengubah nama stadion kandang mereka dari Stade Jean-Bouin menjadi Stade Raymond Kopa. Kiprah sang legenda di Liga Prancis seperti terhubung dengan AS Monaco.

Kopa dikenal sebagai pesepak bola yang bersinar di timnas Prancis berduet dengan Just Fontaine, terutama kala lolos ke semifinal Piala Dunia 1958.Di level klub, ia bersinar di Real Madrid dan Reims. Kiprah Kopa keluar dari pekerjaan di tambang batu bara ke sepak bola profesional dimulai pada 1949 saat bergabung dengan Angers.

Setahun sebelumnya, Monaco meraih kembali status profesional yang pernah mereka dapatkan selama setahun saja pada 1933 setelah mendapat undangan dari Liga Prancis.

Pada 1953, ASM mencapai divisi tertinggi Liga Prancis untuk pertama kali. Kopa mencicipi gelar Ligue 1 pertamanya pada tahun yang sama, diikuti 1955 di Reims. Monaco meraih dua gelar Liga Prancis pertama mereka pada 1961 dan 1963.

Kopa, sekembali ke Reims dari Madrid dengan tiga trofi Piala Champions, menghasilkan persaingan untuk Les Monegasques dengan hasil dua gelar liga lagi buat Reims (1960 dan 1962).

Pada 3 Maret lalu, Kopa mangkat. Angers memberi penghormatan tertinggi memakai nama Kopa untuk stadion per 27 Maret lalu.

AS Monaco tengah berada di jalur terdepan menuju gelar kedelapan mereka setelah terakhir kali merasakannya pada 1999-2000.

ASM akan semakin mendekati gelar tersebut sepulang dari Stade Raymond Kopa pada Sabtu (8/4/2017).

Musim silam, musim pertama setelah berpromosi lagi (Angers mencatat enam kali naik divisi), pasukan besutan Stephane Moulin ini finis di tempat yang lumayan meyakinkan, yakni posisi kesembilan.

Sebelum laga akhir pekan nanti, Scoister berada di peringkat ke-12 dengan perolehan cukup jauh dari zona relegasi.

Ancaman Angers buat ASM terlihat dari pertemuan pertama di Stade Louis II. Monaco hanya bisa menang tipis 2-1 setelah tertinggal lebih dulu dan bahkan baru menang berkat gol bunuh diri penyerang Angers, Dickson Nwakaeme.

Tak berlebihan menyebut faktor kandang menjadi salah satu kekuatan Cheikh N’Doye cs. Musim lalu, Angers menggebuk telak ASM dengan tiga gol tanpa balas.

Jamuan untuk Monaco akan menjadi laga pertama Angers di Ligue 1 tampil di stadion dengan nama Kopa.

Saat masih memakai nama lawas, klub beralias Les Scoistes itu telah mengemas tujuh kemenangan dan hanya kalah tiga kali dari 15 pertandingan.

Tiga kekalahan di rumah itu diderita Angers dari Nice, Saint-Etienne, dan Nantes. Hanya, Monaco bukan tanpa alasan tengah berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar.

Dengan grafik permainan apik musim ini, termasuk kala bertandang, pasukan Leonardo Jardim bisa memberikan kekalahan pertama di liga buat Angers dengan nama stadion baru.

Kedalaman tim, kekuatan musim ini, bisa melancarkan niat ASM itu.

Jardim bahkan tak ragu menjadikan Radamel Falcao sebagai senjata dari bangku cadangan saat Kylian Mbappe masih bersinar dan dapat berduet secara apik dengan Valere Germain di depan.

Monegasques pun tak kekurangan motivasi. Kekalahan 1-4 di final Piala Liga Prancis akhir minggu silam dari PSG itu akan menggandakan hasrat ASM untuk memantapkan diri di pucuk klasemen dengan menjaga keunggulan dari pesaing terdekatnya itu.

“Kekalahan itu takkan memengaruhi akhir musim. Tim ini dibangun untuk bisa meraih trofi di semua kompetisi,” ucap Jardim dikutip AFP.

Dengan keyakinan sebesar itu, tiga poin bukan hal yang berat buat pasukan Jardim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *