Nama Lengkap : Association Sportive de Monaco Football Club
Julukan : Les Rouge et Blanc (the red and white), Les Asemistes
Berdiri : 23 Agustus 1924
Stadion : Stade Louis II, Monako (Kapasitas: 18,527 kursi)
Presiden : Jerome de Bontin
Manajer : Ricardo Gomes

Klub asal negara anggota PBB terkecil tapi terpadat penduduknya ini menjadi klub profesional pada 1948, meski didirikan sudah didirikan pada 1924. Meski Monako merupakan negara berkedaulatan sendiri, namun mereka selalu berkompetisi di sepakbola Prancis karena luas negara yang terlalu kecil untuk mendirikan klub sepakbola lain.
Salah satu klub tersukses Prancis dengan tujuh gelar Liga dan lima Piala Prancis itu didirikan pada 1 Agustus 1919 dan merupakan gabungan dari beberapa klub di area itu. Klub itu resmi berdiri pada 1924 saat mereka masuk ke liga regional dan akhirnya pada 1933 mereka diundang oleh Badan Liga Prancis untuk menjadi klub profesional di divisi kedua. Namun mereka gagal, dan kembali menjadi tim amatir satu musim berikutnya.

Pada 1948, mereka masuk kembali ke Divisi Dua Prancis dan mendapat status profesional kembali, sebelum masuk Divisi Satu pada 1953. Gelar profesional pertama diraih dibawah asuhan pelatih legendaris Lucien Leduc pada 1961, yakni Piala Prancis, dan setahun kemudian menjadi juara Liga Prancis, yang pada saat itu menggunakan format Piala Liga Prancis, untuk pertama kali dalam sejarah mereka. Pada 1963, Leduc dan presiden Antoine Romagnan kembali membawa pulang gelar juara Prancis.

Setelah berkutat di Divisi Satu dan Dua pada awal 1970-an, presiden Jean-Louis Campora kembali memboyong Lucien Leduc dan kembali sukses promosi ke Divisi Satu dan meraih gelar pada 1978. Dalam masa jabatannya, Jean-Louis Campora menjadi presiden tersukses dengan 5 gelar Liga Prancis, tiga Piala Prancis, dan konsisten tampil di kompetisi Eropa. Setelah meraih gelar Liga Prancis terakhir pada 2000, Campora mundur pada 2003 karena kesulitan menemukan investor baru dan terancam degradasi karena besarnya hutang.

Untuk musim 2003/2004, president Pierre Svara menjadi presiden transisi, dan akhirnya masuk ke final Liga Champions saat diperkuat Fernando Morientes, Ludovic Giuly, Jerome Rothen, dan Dado Prso, namun digagalkan Porto yang saat itu ditangani Jose Mourinho. Meski sukses, Michel Pastor menggantikan Pierre Svara.

Pastor gagal membawa Monaco menjadi klub elit Prancis kembali dan bahkan mengangkat enam pelatih dalam empat tahun, meski harus puas berada di papan tengah sebelum akhirnya memutuskan mundur karena kritik pada kemampuan manajemennya. Jerome de Bontin, salah satu pemegang saham sejak 2003, mengambil alih tampuk pimpinan pada 2008 dan kebijakannya mengarah ke AS dengan meminjam bintang belia Freddy Adu.

Stade Louis II, yang diresmikan pada 25 Januari 1985 menjadi stadion kebanggaan publik Monako, karena mampu menggelar beberapa kompetisi atletik elit dunia dan juga final Piala Super UEFA di awal musim, dan ironisnya, pusat latihan Monaco berada di Prancis, yakni La Turbie.

Selain itu, Monaco juga pernah menjadi juara Piala Liga Prancis pada 2003, yang dimulai pada 1982 dan hanya diikuti tim profesional saja. Piala Winners juga nyaris masuk dalam genggaman sebelum dikalahkan Werder Bremen 2-0 pada musim 1991/92.

Jean-Luc Ettori menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak, yakni 755, dan diikuti oleh Claude Puel, pelatih Lyon saat ini, dengan 602 pertandingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *