Tak salah mencantumkan nama AS Monaco sebagai salah satu kesebelasan mengerikan di dunia saat ini. Pasalnya, saat menghadapi Manchester City pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stade Louis II, Kamis (16/3) dini hari WIB, Monaco sukses memetik kemenangan dengan skor akhir 3-1.
Tiga gol Monaco diciptakan oleh Kylian Mbappe pada menit kedelapan, Fabinho (29’), dan Tiemoue Bakayoko (77’). Sementara, satu-satunya gol balasan City dicetak oleh Leroy Sane pada menit ke-71. Dengan skor akhir 3-1, laga ini pun berakhir dengan skor 6-6. Monaco berhak lolos karena mencetak gol tandang lebih banyak.
Beberapa perubahan dilakukan oleh pelatih kedua kesebelasan. Di Monaco, Leonardo Jardim terpaksa memainkan Valere Germain dan Andrea Raggi untuk menggantikan Radamel Falcao dan Kamil Glik yang mengalami cedera.
Di kubu lawan, Josep Guardiola memilih memainkan Aleksandar Kolarov dan Kevin De Bruyne sejak menit pertama untuk menggantikan Nicolas Otamendi dan Yaya Toure sebagai starter. Dua nama terakhir hanya ditaruh dalam daftar pemain cadangan.
Kekalahan yang didapat oleh Monaco pada pertemuan pertama memberi pelajaran bagi Jardim dalam laga ini. Penguasaan bola yang pada leg pertama diberikan sepenuhnya kepada pemain City berupaya dimatikan secepat mungkin oleh anak asuhnya.
Pilihan tersebut terbukti berhasil. Meski memiliki nama-nama seperti De Bruyne dan David Silva, City tak kuasa untuk menahan bola. Duet Tiemoue Bakayoko dan Fabinho yang begitu rutin memberikan tekanan membuat aliran bola City dari kedua pemain di atas menjadi tersendat.
Tak butuh waktu lama bagi Monaco untuk mencetak gol. Memanfaatkan penjagaan individu pemain City di sepertiga terakhir pertahanannya, Benjamin Mendy dapat masuk hingga kotak penalti dan melepaskan umpan tarik.
Meski mampu dihalau oleh pemain City, namun bola justru mengarah ke Bernardo Silva. Umpan Bernardo pun tidak mampu dihalau oleh pemain City dan mengarah ke Mbappe yang tidak terkawal dan dengan mudah menjebol gawang Willy Cabalero.
Gol tersebut tidak membuat Monaco berhenti menghentikan City. Beberapa kali peluang sempat mereka dapatkan, seperti dari Germain dan Mendy. Percobaan demi percobaan yang mereka lakukan akhirnya kembali membuahkan gol.
Memanfaatkan umpan silang Mendy, Fabinho yang lepas dari penjagaan Raheem Sterling berhasil masuk ke dalam kotak penalti. Lewat tendangan kencang yang tidak mampu dihalau oleh Caballero, Fabinho membawa Monaco unggul 2-0 yang bertahan hingga akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, City mengubah gaya bermain mereka. Pressing coba mereka lakukan sedari bola masih berada pertahanan Monaco. Tidak hanya itu, mereka juga meninggikan pertahanan mereka dengan tujuan mempersempit area bermain Monaco.
Pilihan Guardiola rupanya berhasil. City terus menekan Monaco yang seakan mulai kehabisan tenaga dan membiarkan lawan masuk ke daerah permainan mereka. Sial bagi City, Sergio Aguero yang menjadi penyerang tunggal justru tak berada dalam puncak permainan.
Keputusasaan sempat terlihat di kubu City akibat buruknya penampilan Aguero. Betapa tidak, dari 11 umpan terobosan yang dilakukan oleh penyuplai bola di lini tengah, hanya ada satu yang mampu diubah oleh pemain asal Argentina tersebut menjadi gol.
Kebuntuan City akhirnya pecah ketika laga memasuki menit ke-71. Memanfaatkan sepakan Sterling yang berhasil diblok oleh Danijel Subasic, Sane yang berdiri bebas di dalam kotak penalti mampu memecah kebuntuan. Skor pun berubah menjadi 2-1 yang tentu saja menguntungkan City.
Skor tersebut rupanya tidak bertahan lama. Memanfaatkan tendangan bebas Thomas Lemar, kini giliran Bakayoko yang mencetak gol memanfaatkan sundulan ke sebelah kiri gawang Caballero. 3-1 menjadi skor sementara dan jelas ini menguntungkan Monaco.
Usai gol tersebut, Guardiola memilih untuk memertahankan susunan pemainnya saat itu. Dari tiga slot pergantian pemain bahkan hanya sekali digunakan oleh pelatih asal Spanyol tersebut sekali ketika dia mengganti formasi kesebelasan asuhannya menjadi 3-1-4-2 pada menit ke-84.
Perubahan tersebut rupanya tidak berpengaruh banyak untuk City. Skor 3-1 untuk kemenangan Monaco bertahan hingga berakhirnya babak kedua pertandingan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *