Nice adalah kota kelima terbesar di Prancis. Peringkatnya saja kota kelima, berarti ia bukan kota yang terlalu besar di Prancis macam Paris, Marseille, ataupun Lyon. Penduduknya saja hanya satu juta, dan lokasinya pun jauh berada di selatan Prancis serta dekat dengan Laut Mediterrania, jauh dari hingar bingar Paris yang begitu hidup.Meski hanya berstatus kota kelima terbesar, toh, itu tidak masalah. Bagi Raiola, merujuk pada kisah Hatem Ben Arfa, kota sederhana berpenduduk satu juta jiwa ini cocok sebagai tempat “pemulihan” sekaligus “titik balik” bagi karier salah satu pemainnya. Pemain yang diingat karena “Why Always Me”. Pemain yang dikenang karena perayaan gol setengah telanjangnya dalam ajang Piala Eropa 2012.

Ia adalah Mario Balotelli. Biasa dipanggil Balo, Super Mario, atau si perusuh. Terserah anda memanggilnya siapa, yang jelas, orang mengenangnya sebagai si arogan dari Italia.

Sekarang, di usianya yang sudah memasuki usia emas (26 tahun), karier Balo sedang berada dalam titik bawah. Liverpool, klub terakhirnya, sudah membukakan pintu keluar untuknya. Ditawarkan ke berbagai klub Eropa, sedikit klub yang mau meminangnya. Bisa dikatakan, bahwa apa yang Balotelli alami ini adalah hasil dari hubungan sebab-akibat yang terjadi dalam hidupnya.

Akhirnya, jelang akhir bursa transfer, nama OCG Nice menjadi juru selamat Balotelli, setidaknya untuk musim 2016/2017. Mungkin saja, OCG Nice menjadi juru selamat karier sepakbola Super Mario yang sekarang berada dalam titik nadir.

Merasakan hidup di tiga kota yang disebut sebagai kota yang ramai, yaitu Milan, Liverpool, dan Manchester, hal tersebut sedikitnya memengaruhi kondisi psikologis Balotelli. Kehidupan malam dan juga kemewahan yang ada di dalamnya membuat Balo terbiasa dengan kehidupan glamor dan godaan-godaan lain seperti wanita serta barang-barang mewah.

Meski sempat mencatatkan beberapa prestasi di AC Milan, Manchester City, dan Inter Milan (Liverpool adalah pengecualian), kebiasaan negatif Balo yang kerap melakukan tindakan-tindakan di luar nalar membuatnya sering tersandung masalah. Main kembang api, kebut-kebutan di jalan, bahkan sampai memproklamirkan diri sebagai orang kaya (ketika ia membela City) adalah sebagian kisah dari karier sepakbola pemain keturunan Ghana ini.

Itu baru tingkahnya di luar lapangan. Jangan lupakan juga tingkahnya di dalam lapangan yang acap mengundang kegeraman orang lain. Berebut tendangan penalti dengan Henderson, juga melakukan aksi aneh dalam laga pramusim City di Amerika Serikat (berakibat kepada bola yang tidak masuk) adalah kisah lain dari pemain yang dianggap memiliki bakat kelas dunia ini.

Perilaku “berbeda” Balotelli ini, seperti yang sudah disebutkan di atas, adalah pengaruh dari kehidupan kota yang ia tinggali. Kemewahan yang meliputinya membuat ia menjadi arogan, dan kerap melakukan hal-hal yang di luar nalar. Ternyata, hal tersebut bukan hanya memengaruhi kondisi psikologis Balo. Hal itu juga memengaruhi karier sepakbola Balo yang semakin tahun justru semakin turun ke bawah.

Tapi, sebagaimana bola yang selalu memiliki kesempatan untuk memantul kembali ke atas setelah terjatuh ke bawah, Balo pun punya kesempatan yang sama untuk memulai hal baru. Hal-hal negatif yang ia lakukan pada masa lalu bisa ia timpali dengan sebab-sebab baru yang lebih positif pada masa kini agar masa depannya kelak berisikan hal-hal positif juga.

OCG Nice-lah yang memberikan kesempatan itu. Selayak perempuan yang menyodorkan tangan kepada Balo, sembari berucap, “Kita mulai dari nol lagi ya”, Nice memberikan tangan untuk mengangkat Balo kembali memantul ke atas. Singkatnya, memperbaiki karier sepakbolanya.

Meski terkesan spekulatif, seperti ketika kepindahannya ke Liverpool, Nice yang notabene lebih sepi dan tidak bising seperti Milan, Liverpool, ataupun Manchester memang cocok sebagai tempat muhasabah bagi Super Mario. Merenungi apa yang sudah pernah diperbuat, dan memikirkan masa depan yang akan segera digenggam.

Tak terasa sudah tiga pertandingan ia berseragam Nice. Keran golnya kembali terbuka. Ia sudah mencatatkan empat gol dari tiga pertandingan yang ia lalui bersama Nice. Senyumnya kembali mengembang. Bibirnya sekarang sudah tidak terlipat di balik rasa sedih. Ia kembali gembira. Itu semua karena Nice yang sederhana dan tidak mewah, yang apa adanya dan tidak berlebihan.

Kesederhanaan Nice inilah yang sekarang mulai menyadarkan Balo. Muhasabah yang ia lakukan mulai menunjukkan hasil. Terlihat jelas maksud dari Super Mario yang ingin berubah dan memperbaiki karier, dan tentu itu hal yang menggembirakan bagi semua pihak. Nice pun mulai ketiban rezeki dari meningkatnya penampilan Balo ini. Posisi mereka mulai beranjak ke papan atas klasemen Ligue 1. Balo memang benar-benar ingin berubah.

Semoga saja, apa yang ditunjukkan Balo ini memang benar-benar niatan dari dalam hatinya yang ingin berubah. Semoga juga, tiba-tiba saja Balo tidak melakukan hal aneh lagi, seperti meninggalkan jejak dengan cat pylox yang ia coretkan di dinding atau jalan kota Nice yang berguratkan, “Balotelli was here”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *