Direktur AS Monaco Antonio Cordon menyatakan bahwa timnya tidak tergiur untuk melepas Kylian Mbappe ke klub besar, seperti halnya melego Anthony Martial ke Manchester United pada 2015.

Mbappe mencuri perhatian melalui performa impresifnya pada musim 2016-2017. Belum genap dua tahun melakoni, penyerang berusia 18 tahun itu sudah mencetak 20 gol dan 13 assist untuk klubnya.

Oleh karenanya, Mbappe mulai dikaitkan dengan Paris Saint-Germain (PSG), Real Madrid dan Manchester United.

Melihat tingginya minat terhadap Mbappe, Monaco pun diyakini bersedia melego. Terlebih lagi, tim berjulukan Les Monegasques memiliki tradisi melepas pemain muda dengan harga mahal.

Tengok saja kasus Martial ke Man United (19 tahun, 50 juta euro), Geoffrey Kondogbia ke Inter Milan (22 tahun, 36 juta euro), dan Layvin Kurzawa ke PSG (22 tahun, 25 juta euro).

Hanya, Cordon mengaku tidak akan mengambil langkah serupa.

“Monaco memiliki kemampuan untuk mempertahankan dia. Tidak ada masalah ekonomi. Ini klub besar dan bersejarah,” tutur Cordon.

“Lagi pula, tidak setiap pemain yang menerima tawaran, harus dijual,” ucap sang direktur.

Terlalu cepat pindah ke klub besar memang bisa berdampak buruk buat Mbappe. Kiprah Martial di Man United bisa menjadi referensi.

Pemilik nama terakhir sempat mengambil lakon kunci sebagai top scorer klub dengan 18 gol pada musim pertamanya. Namun, dia malah tersisih oleh kehadiran Zlatan Ibrahimovic musim ini.

Oleh karenanya, Mbappe diminta untuk mengembangkan karier dulu di Monaco.

“Mbappe harus terus bersikap rendah hati. Sejauh ini, dia terus bekerja keras,” kata Cordon.

Mbappe sendiri masih terikat kontrak dengan Monaco hingga 30 Juni 2019. Bukan mustahil dia mendapatkan apresiasi berupa pembaruan masa bakti mengingat penampilan impresifnya.

Penampilan Kylian Mbappe yang menunjukkan peforma yang luar biasa akhir – akhir ini terus digoda oleh tim besar di Eropa karena terpesona dengan penampilan Mbappe.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *