Jika Anda merasa bahwa Liga Primer sekarang adalah tempatnya para manajer berkualitas saling berseteru, maka sekarang coba palingkan pandangan Anda ke Ligue 1, apalagi setelah Marcelo Bielsa resmi kembali ke Ligue 1 untuk memanajeri Lille OSC.

Setelah sempat menghabiskan masa-masa menganggur selama setengah musim kemarin setelah mengundurkan diri dari Lazio, Bielsa akhirnya memutuskan kembali terjun ke dunia manajer. Lille adalah klub yang ia pilih, sekaligus membuatnya kembali ke Ligue 1 setelah terakhir menangani Marseille.

Bielsa sendiri akan mulai menangani Lille pada 1 Juli 2017. Artinya ia akan mulai bekerja di klub yang bermarkas di Stade Pierre-Mauroy ini per musim 2017/2018 nanti.

Gosip mengenai kedatangan Bielsa ini memang sudah berhembus sejak beberapa hari yang lalu. Hal ini tak lepas dari pertemuan antara dirinya dengan perwakilan dari Gerard Lopez, orang yang pernah menjabat sebagai presiden tim Formula One (F1), Lotus, yang sekarang sedang dalam proses final untuk membeli Lille. Pertemuan ini pun menimbulkan spekulasi bahwa tak lama lagi ia akan kembali ke Ligue 1.

Lille pun sedang dalam kondisi krisis sekarang. Les Dogues berada di peringkat ke-18, dan masih belum aman dari jerat zona degradasi. Kondisi mereka ini diperburuk setelah mereka ditinggalkan oleh manajer mereka yang lama, Frederic Antonetti, sejak minggu lalu. Patrick Collot, yang menjadi asisten manajer di Lille pun mengambil alih tim untuk sementara dalam dua pertandingan terakhir, sebelum akhirnya ia digantikan oleh Franck Passi sampai akhir musim nanti.

“Tidak diragukan lagi, Marcelo Bielsa adalah salah satu manajer yang cukup berpengaruh dan dihormati di dunia. Kesuksesan membawanya ke Lille OSC adalah sebuah kepuasan tersendiri bagi kami, juga sebagai bentuk nyata dari ambisi klub bernama Lille ini,” ujar Marc Ingla, direktur klub Lille, dikutip dari ESPN FC.

“Sudah bukan rahasia lagi kalau Gerard Lopez dan Marcelo Bielsa memiliki hubungan yang baik, sehingga kami tidak ragu untuk menawarkan kesempatan ini kepadanya. Kami selalu percaya bahwa Marcelo adalah orang yang hebat, baik secara filosofi permainan maupun pengalamannya. Ia juga begitu menggebu-gebu sekaligus profesional, dan sikap ini adalah sikap yang cocok untuk membentuk klub bernama Lille OSC ini di masa depan,” tambahnya.

Bielsa dan Ligue 1 memang sudah tidak asing satu sama lain. Manajer asal Argentina ini pernah mengejutkan Ligue 1 dengan permainan atraktif dan dibumbui dengan tekanan tanpa henti yang ia terapkan bersama Olympique Marseille. Dengan permainan seperti itu, Marseille pun ia bawa menjadi kuda hitam Ligue 1 pada musim 2014/2015.

Namun perselisihan dengan manajemen membuatnya memutuskan untuk meninggalkan Marseille pada awal musim 2015/2016. Sempat menangani Lazio dalam dua pertandingan awal Serie A musim 2016/2017, ia kembali memutuskan hengkang, lagi-lagi bermasalah dengan manajemen Lazio. Perekrutannya ke Lille untuk musim depan pun, bukan tidak mungkin akan kembali diwarnai dengan masalah yang sama.

Tapi, jika kelak ia benar-benar menangani Lille musim 2016/2017 nanti, ditambah dengan nama-nama seperti Unai Emery, Lucien Favre, Rudy Garcia, dan Leonardo Jardim yang belum pindah dari klub mereka sekarang, Ligue 1 pun mungkin akan menjadi liga yang tak kalah seru, terutama secara taktik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *