Di Tribun Virage Noard De Peretti, terdapat beberapa kelompok Ultras Marseille bernama Yanke Nord Marseille, Marseille Trop Pussant, Fanatics dan Dodgers. Di curva utara itulah mereka bersebelahan dengan suporter tamu. Sementara di curva selatan ditempati berbagai kelompok Ultras Marseille bernama Amis de I`OM, Commando Ultra 84 dan South Winner. Sementara Club Central de Supporteus berada di kedua tribun di selatan maupun utara karena kelompok ultras tertua di Marseille. Tapi yang jelas kombinasi dukungan kedua tribun itu menciptakan suara seperti crescendo yang melebihi dukungan suporter Prancis lainnya. Apalagi uniknya, Ultras Marseille agak berbeda dengan ultras lainnya yang sering berkonfrontasi dengan pihak klub.Kendati tidak jarang adanya situasi panas di antara mereka, hubungan Ultras Marseille dengan klub cukup positif. Pihak klub pernah memberikan rasa terima kasih pada 2007 dengan menggunakan seragam oranye untuk merayakan 20 tahun keberadaan South Winners di tribun selatan. Hal itu tidak lepas dari buah jeruk sebagai lambang South Winners. Selain itu, pilihan warna diduga berasal dari aksi demonstrasi anti fasis yang diinisiasi Ultras Marseille ketika melawan PSG pada 1989. Begitu pun pada 2010 Marseille memakai warna merah kuning hijau yang mewakili benua Afrika. Warna itu mewakili simbolisasi Ultras Sayap kiri di Marseille bernama Marseille Trop Pussant.

Bahkan seluruh Ultras Marseille mendapatkan hak istimewa untuk mengawasi penjualan tiket Velodrome. Walau untuk hal itu terkadang merugikan pendapatan klubnya. Tapi di luar kendala itu, peraturan tersebut jarang terjadi di dalam sepakbola Eropa. Dan yang jelas, campuran budaya dan latar belakang antara penduduk Marseille yang dikombinasikan dengan karakteristik kotanya membuat mereka diposisikan secara unik. Marseille menjadi kesebelasan yang didukung pendukungnya paling spektakuler, berisik dan loyal di Eropa bagian barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *