Nasser Al-Khelaifi merupakan salah satu figur olahraga yang paling penting di Qatar. Mantan petenis profesional yang mencapai peringkat tertingginya di peringkat 995 dunia dan melakoni 43 pertandingan Davis Cup itu merupakan presiden Qatar Tennis Federation, Paris Saint Germain, dan pimpinan Bein Sports.

Pekan ini jadwalnya cukup padat, karena turnamen WTA di Doha berlangsung di waktu yang sama dengan pertandingan Liga Champions antara PSG melawan Barcelona yang tentunya ia hadiri. Dalam dunia tenis, berkat dana yang cukup besar, ia mampu membawa semua petenis terbaik ke Doha, baik petenis putra maupun putri.

“Bagi kami, tenis adalah olahraga yang paling penting, Sebagai buktinya adalah kami memiliki turnamen internasional ATP dan WTA,” ungkap Al-Khelaifi kepada surat kabar Spanyol, Marca. “Kami sungguh beruntung di bulan Januari lalu ketika kami menampilkan final antara petenis peringkat 1 dunia dan peringkat 2 dunia. Pertandingan yang berlangsung selama tiga jam pun dipadati penonton.”

Qatar Open menampilkan Rafael Nadal dari tahun 2009 sampai 2016, kecuali tahun 2013 ketika Nadal mengalami cedera. Tahun ini pun ia memilih bermain di Brisbane.

“Saya harap ia akan datang tahun depan, hal itu akan sangat bagus bagi turnamen. Rafa adalah petenis hebat, seorang petarung, dan seseorang yang bisa membuat anda mencintainya. Saya adalah penggemarnya. Saya bertemu dengannya 10 tahun yang lalu, kami banyak berbicara tentang sepak bola dan tenis,” jelas Al-Khelaifi.

“Saya tahu seberapa besar ia menyukai sepak bola, terutama Real Madrid. Kami sungguh beruntung mendapatinya di stadion untuk menghadiri pertandingan PSG. Ia memiliki keluarga yang luar biasa dan agen yang hebat seperti Carlos Costa.”

Terlepas dari fasilitas kulalitas tinggi di Qatar, sampai saat ini belum ada petenis asal Qatar yang mumpuni. Untuk saat ini, harapan ada di pundak petenis berusia 21 tahun, Mubarack Shannan Zayid, yang berada di peringkat 1266 dunia, dan menurut Al-Khelaifi bisa menembus peringkat 100 besar. Ia bermimpi suatu hari akan melihat petenis lokal memenangkan gelar di Doha.

“Itu menjadi sebuah mimpi. Saya ingin melihat petenis Qatar dalam undian utama tanpa memberinya sebuah wildcard,” ungkap Al-Khelaifi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *