Karir penyerang AS Monaco, Radamel Falcao sebagai salah seorang penyerang terbaik dunia saat ini bisa saja tidak terjadi andai diusia 13 tahun keluarganya tidak membawanya kembali ke Kolombia dari Venezuela dan menjauhkannya dari permainan bisbol.Bicara kepada UEFA.com Falcao menjelaskan, dia sempat membuat keputusan yang sangat sulit antara dua olahraga yang sama-sama dicintainya, yaitu sepak bola dan bisbol.

“Saat itu kami masih di Venezuela dan bisbol adalah olahraga paling diminati di sana. Saya bermain Bisbol di situ dan sudah berkompetisi di level tinggi,” kata Falcao seperti dilansir dailymail.

Meski sudah tampil di kompetisi level tinggi bisbol di Venzuela, sang ayah menginginkan Falcao untuk fokus untuk menjadi pemain sepak bola.

“Ayah saya menyadari bahawa saya harus membuat keputusan dan dia memutuskan untuk kembali ke Kolombia sehingga saya bisa fokus pada sepak bola. Itu akan sulit dilakukan di Venzuela karena saya mungkin akan tergoda dengan bisbol yang saya sukai dan saya juga mampu bermain baik seperti yang saya lakukan di sepak bola,” lanjutnya.

“Saya memiliki potensi besar saat itu karena saya semakin bagus dan cepat. Kalau saya tetap bermain bisbol ¬†saya akan bisa melangkah cukup jauh di olahraga tersebut. Tapi sepak bola mengalir dalam darah saya dan saya benar-benar ingin bermain sepak bola,” terang Falcao.

Ketika memutuskan kembali ke Kolombia, bakat Falcao muda ditampung klub Divisi dua Lanceros Boyaca dan ia berhasil mencatatkan debutnya pada usia yang masih sangat muda, yaitu 13 tahun 199 hari.

Dia akhirnya dijual ke klub raksasa Argentina, River Plater dan dua tahun kemudian dia memulai karirnya bersama Porto kemudian hijrah ke Atletico Madrid, dan berlabuh di AS Monaco.

Setelah bergabung dengan klub asal Prancis tersebut, Falcao sempat mengalami masa-masa buruknya saat dipinjamkan ke Manchester United dan Chelsea. Namun, di dua klub asal Inggris tersebut ia gagal menunjukkan penampilan terbaiknya dan memutuskan untuk pulang ke AS Monaco.

Musim ini Falcao seperti lahir kembali, ia kembali produktif bersama AS Monaco dengan mencetak total 21 gol termasuk saat menciptakan dua gol ke gawang Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Etihad Stadium. Meski saat itu AS Monaco kalah dengan skor 5-3. Tapi, penampilan Falcao tetap menjadi perhatian dan diyakini akan menjadi ancaman utama lini pertahanan Manchester City di leg kedua nanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *