Kota paling romantis di dunia ternyata juga menyimpan sebuah legenda sepakbola terkenal di dalamnya.

Legenda tersebut bernama Paris Saint-Germain (PSG) yang lekat dengan prestasi, kesulitan, dan juga kekerasan. Walau demikian PSG tetap menjadi kebanggaan warga kota Paris sejak 38 tahun yang lalu.

Kenali lebih jauh klub ini lewat sepuluh fakta menarik yang telah kami siapkan di bawah ini.

10. PSG memulai sejarahnya pada 12 Agustus 1970 dari hasil penggabungan dua klub sepakbola Paris FC dan Stade Saint-Germain. Namun klub itu terpecah dua pada Mei 1972 dengan para pemain profesional klub tersebut bergabung dengan CA Montreuil dan tampil di Divisi Satu dengan nama Paris FC, dan para pemain amatir tetap bermain dengan nama PSG di divisi tiga. Ironisnya, PSG berhasil promosi ke Ligue 1 pada 4 Juni 1974 dan pada tahun yang sama Paris FC terdegradasi. Sejak saat itu hingga sekarang, PSG tidak pernah kena degradasi dari Ligue 1.

9. PSG bermarkas di stadion Parc des Princes yang diresmikan pada 4 Juni 1972 oleh Presiden Prancis saat itu Georges Pompidou. Stadion tersebut dirancang oleh arsitek Roger Taillibert dan memakan biaya untuk pembangunannya sebesar €13.7 juta. Baru setahun setelahnya, PSG kemudian menjadi penghuni tetap stadion itu.

8. Seragam PSG pertama kali berwarna merah dengan celana pendek putih dan kaus kaki berwarna biru. Kemudian perancang busana Daniel Hechter merancang seragam baru pada Mei 1973 yang menjadi ikon penting klub tersebut lewat seragam berwarna biru dengan garis vertikal merah di tengah seragam yang diapit dua garis putih. Walaupun akhirnya seragam tersebut telah mengalami banyak perubahan, garis vertikal merah di tengah seragam PSG tetap dipakai hingga sekarang. Hechter juga kemudian sempat menjadi presiden PSG dari 15 Juni 1973 hingga 9 Januari 1978.

7. Paul Le Guen yang sekarang menjadi pelatih PSG adalah mantan kapten PSG dan bermain bagi klub tersebut selama tujuh musim dan berhasil membawa PSG menjadi juara Cup Winners’ Cup pada tahun 1996. Ia memberi gelar juara Ligue 1 selama tiga tahun berturut-turut bagi Olympique Lyonnais sebelum pindah menangani Glasgow Rangers. Sayangnya ia mencatat sejarah kurang baik di klub tersebut sebagai manajer dengan masa jabatan tersingkat.

6. Stasiun televisi CANAL+ menjadi pemilik PSG setelah secara bertahap membeli saham para pemilik klub sebelumnya sejak 1991. Akhirnya pada 1997 mereka menjadi pemilik mayoritas klub dan resmi menjadi pemilik tunggal sejak Agustus 2005. Namun stasiun itu mengumumkan pada 11 April 2006 kalau mereka menjual PSG kepada perusahaan investasi dari Amerika dan Prancis yaitu Colony Capital, Butler Capital Partners, dan Morgan Stanley dengan harga yang diperkirakan sebesar €41 juta

5. Kelompok suporter PSG yang terkenal adalah The Boulogne Boys yang terdiri dari para kelompok yang menonton di tribun Boulogne di stadion Parc des Princes. Kelompok tersebut sayangnya menjadi terkenal akibat tindakan hooliganisme dan kekerasan yang mereka lakukan. Dalam dua kesempatan berbeda di Auxerre dan Nantes di tahun 2005 dan 2006, kelompok ini terlibat perkelahian dengan kelompok suporter PSG lainnya. Tahun ini Menteri Dalam Negeri Prancis memberitahu kelompok tersebut untuk membubarkan diri atau terkena hukuman penjara.

4. Dari sejak awal berdirinya hingga sekarang, PSG telah dipimpin oleh 13 orang presiden. Presiden pertama mereka adalah Pierre-Etienne Guyot yang menjabat dari 12 Agustus 1970 hingga 5 Juni 1971. Presiden saat ini adalah Charles Villeneuve yang menduduki posisinya sejak Mei 2008.

3. PSG terkenal sebagai salah satu klub yang menjadi pemasok rutin bagi para pemain di tim nasional Prancis. Beberapa pemain nasional Les Blues yang berasal dari PSG adalah Raymond Domenech, Joel Bats, Youri Djorkaeff, Luiz Fernandez, Bernard Lama, Jocelyn Angloma, David Ginola, dan Nicolas Anelka.

2. Rival terberat PSG adalah Olympique Marseille (OM) dan duel antara keduanya disebut sebagai Le Classique yang didasarkan pada duel El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona. Lokasi geografis kedua klub Prancis itu juga menjadikan duel keduanya melambangkan duel antara Utara (PSG) melawan Selatan (OM). Laga keduanya mulai menghangat pada awal 1990an lewat upaya CANAL+ yang menayangkan pertandingan keduanya. Lama kelamaan rivalitas mulai terwujud antara kedua klub dan juga otomatis para suporter mereka.

1. Saat gelar juara Ligue 1 Olympique Marseille pada musim 1992-93 dicabut karena terbukti bersalah dalam pengaturan pertandingan, PSG meminta agar gelar tersebut menjadi milik mereka karena mereka berada di posisi kedua. Namun CANAL+ menentang keinginan itu karena mereka takut akan reaksi para pelanggan mereka di daerah Provence. Stasiun tersebut bahkan mengancam akan menarik diri dari kegiatan sepakbola Prancis sepenuhnya bila keinginan PSG dikabulkan. Pihak liga dan Federasi Sepakbola Prancis (FFF) akhirnya mengabulkan keinginan CANAL+. Oleh sebab itu gelar juara Ligue 1 tahun 1993 tidak menjadi milik klub mana pun di Prancis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *