Sabtu, 7 Februari 2015. Marseille asuhan Marcelo Bielsa hanya meraih hasil imbang 1-1 kala bertandang ke markas Rennes. Kegagalan mendapatkan poin penuh bukanlah satu-satunya penyesalan Marseille kala itu. Tensi ruang ganti Les Phoceens (sebutan bagi orang Marseille) memanas seiring perselisihan antara Florian Thauvin dengan Dimitri Payet.

Sepanjang pertandingan melawan Rennes, Thauvin tertangkap kamera berulangkali mengumpat kepada Payet.

Banyak yang meragukan kedua orang itu akan bisa berkolaborasi di masa depan. Sepak bola ternyata masih suka memunculkan hal yang tak terduga.

Siapa sangka Thauvin dan Payet bereuni lagi di Marseille pada musim dingin 2017.

Payet dijual ke Marseille pada Januari silam setelah terlibat kisruh dengan klub lamanya, West Ham. Thauvin lebih dulu pulang setelah menjalani petualangan singkat bareng Newcastle United.

Ia dipinjam Marseille pada Januari 2016. Les Phoceens memperpanjang masa peminjaman Thauvin sampai musim ini kelar.

Ketika Marseille bertemu Angers pada pekan ke-29 Ligue 1 2016/17, mulut Thauvin terlihat komat-kamit. Ia tak sedang mengumpat kepada Payet yang berada di sampingnya.

Dua orang itu membahas taktik set piece. Sebuah diskusi yang produktif.

Sodoran pendek Payet mengawali gol cantik Thauvin dari luar kotak penalti. Gol itu menjadi pembuka pesta kemenangan 3-0 Marseille atas Angers.

“Itu adalah kombinasi yang kami latih bersama. Bukti kerja keras kami terbayarkan,” kata Thauvin di 20 Minutes.

Secara mengejutkan kehadiran Payet mengangkat level performa Thauvin. Sejak kedatangan Payet, FloTov (sebutan keren Thauvin) mampu mencetak lima gol plus tiga assist di semua ajang.

Nama Marseille juga harum berkat keduanya. Thauvin dan Payet masuk dalam skuat terkini tim nasional Prancis.

“Sekarang saya menjalin hubungan yang sangat baik dengan Dimitri. Ia adalah pemain hebat. Saya banyak belajar darinya,” kata Thauvin dalam sesi konferensi pers bersama timnas Prancis di Clairefontaine.

Keharmonisan Thauvin-Payet terlihat jelas di atas lapangan. Di Ligue 1 musim ini, keduanya sama-sama telah membuat satu assist untuk satu sama lain. Kredit layak diberikan kepada pelatih Marseille, Rudi Garcia, yang mampu mengontrol ego besar Thauvin dan Payet.

“Saya tak pernah ragu akan relasi atau kecerdasan mereka. Jika pemain mendengarkan, tim hanya akan menjadi lebih baik,” ujar Garcia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *