AS Monaco sukses melaju ke semifinal Piala Prancis setelah menundukkan Lille, 2-1, Selasa (4/4) atau Kamis dini hari WIB. Pelatih Leonardo Jardim pun mengaku gembira atas hasil ini. Apalagi pasukannya bisa melaju meski dengan banyak menurunkan pemain lapis kedua.Monaco harus merotasi pasukannya lantaran jadwal padat yang harus mereka lakoni. Dia ingin pasukannya bisa tetap fresh di kejuaraan lain yang tak kalah penting yakni Liga Prancis (Ligue 1 dan Liga Champions).

“Ini pertandingan yang bagus dan kami lolos,” ujar Jardim. “Kami melakukan rotasi pemain. Saya bisa membuat pemain tetap bugar dan ini bagus karena kami butuh semua pemain sepanjang musim ini,” ungkapnya.

“Kami tak akan melupakan apa yang terjadi di Paris (kalah oleh PSG di final Piala Liga Prancis) namun bisa lolos ke final untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun bagus untuk kami,” imbuhnya.

“Target kami bukan sekadar meraih trofi tapi juga mengembangkan para pemain muda, bagaimana semua pemain terlibat, dan kualitas permainan kami,” paparnya.

“Kami satu-satunya tim Prancis yang tersisa di Liga Champions padahal kami harus melewati babak kualifikasi, itulah trofi kami,” katanya.

“Saya tidak marah. Saya memberi Falcao kesempatan tampil 15 menit sehingga kondisinya bisa sedikit demi sedikit pulih 100 persen,” ungkapnya.

Pelatih Lille Franck Passi mengaku dia memasang lima pemain di lini belakang demi meredam serangan Monaco. “Kami harus berjuang keras pada awal laga dan mengalami kemunduran. Jadi setelah 15 menit kami mengubah menjadi empat pemain di belakang, ” ujarnya.

“Pada babak kedua kami memiliki peluang untung bisa menyamakan kedudukan namun kami gagal melakukannya. Namun kami juga tak memungkiri Monaco juga punya peluang dan kami hampir kalah dengan skor lebih banyak,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *